Home Kuliner Jakarta Masakan Khas Betawi Ikan Gabus Pucung di Rumah Makan Khas Betawi Haji Nasun Jakarta Selatan
formats

Masakan Khas Betawi Ikan Gabus Pucung di Rumah Makan Khas Betawi Haji Nasun Jakarta Selatan

Banyak Masakan Khas Betawi yang langka padahal rasanya membuat kita ketagihan. Salah satunya adalah Masakan Khas Betawi Ikan Gabus Pucung. Jumlah Rumah Makan Betawi yang menjual masakan khas betawi ini di wilayah Jakarta mungkin bisa dihitung dengan jari tangan. Bahkan orang Betawi asli pun mungkin kini mulai asing dengan masakan khas betawi Ikan Gabus Pucung ini.

Untuk urusan ini, kita harus berterima kasih kepada Haji Nasun, pemilik Rumah Makan Khas Betawi yang menjual Ikan Gabus Pucung di daerah Srengseng Sawah Jakarta Selatan. Warung Khas Betawi yang buka sejak tahun 1982 ini adalah salah satu dari beberapa warung gabus ucung yang masih eksis. Di warung ini , Abang, None, Encang, Encing, Nyak, Babe bisa mencicipi salah satu jenis masakan khas betawi nyang kini tidak mudah lagi dijumpai. “Ikan Gabus Pucung ini memang masakan khas Betawi. Sudah ada sejak  kakek saya belum punya gigi, ” kata Haji Nasun melawak.

Seperti namanya, Ikan Gabus Pucung adalah masakan yang dibuat dari ikan gabus dibumbu pucung. Ikan gabus? Bumbu Pucung? Apaa tuh? Ikan gabus adalah ikan air tawar yang kini sulit dijumpai. DI jawa dikenal dengan nama ikan kutuk. “Dulu, waktu saya kecil, kakek saya biasa nyari ikan gabus di empang,” kata kakek berusia 74 tahun ini. Tapi kini, ketika tanah-tanah di Betawi kampung berubah menjadi permukiman, Nasun tidak lagi bisa mencari ikan gabus di kali atau empang. Untuk kebutuhan warung nya, ia harus “mengimpor” ikan gabus dari Bandung.

Bentuk ikan ini sekilas miriplele tapi tida bersungut. Di sungai, ia biasa dipancing dengan umpan katak anakan. Kata Nasun, tidak sepertilele, ikan ini sulit diternakkan. Karena itu, ikan gabus yang ia beli dari Bandung semuanya merupakan hasil tangkapan dari sungai. Ukuran ikan gabus di warung NAsun terhitung jumbo. Biasanya satu ekor beratnya setengan kilogram. Kulit ikan ini bersisik, daging nya tebal, empuk, dan kaya albumin (protein yang diperlukan untuk penyembukan luka). Seperti lele, ikan ini disuplai dalam keadaan hidup. “Saya tidak pernah menjual ikan es-esan”, kata Nasun. Di tangan Nasun, kulit ikan gabus yang bersisik ini dibersihkan dengan daun serai dan daun jambu untuk menghilangkan amisnya. Setelah bersih, ikan ini direndam di dalam bumbu encer berisi kunyit, jahe, cuka, kemiri, bawang merah, bawang putih dan garam. Setelah bumbunya meresap, ikan diangkat dan ditiriskan lalu digoreng. Proses penggorengan dilakuka diatas kompor minyak dengan api yang tidak terlalu besar. Karena panas penggorengan nya sedang, matangnya rata tapi butuh waktu lama.

MASAKAN KHAS BETAWI IKAN GABUS PUCUNG = RAWON ALA BETAWI

Ikan gabus goreng ini tidak direndam di dalam kuah bumbu pucung. Ia baru disiram dengan bumbu pucung pada saat dihidangkan kepada pembeli. Kata Nasun, jika tikan tidak digoreng dan dipisah seperti ini, rasanya kurang enak.

Bumbu pucung ini mirip rawon, masakan khas Jawa Timur. Warnanya cokelat kehitaman karena salah satu bahan utamanya adalah pucung (keluwak). Bumbu lainnya antara lain bawang merah, bawang putih, kemiri, cabe rawit, cabe merah, kunyit lengkuas, kencur, jahe dan terasi. Bahan rempahnya cukup banyak sehingga bumbunya pun terasa pekat, mantap.

Rupa kuahnya mirip rawon. Bedanya rawon memakai pelengkap taoge sedangkan kuah pucung ini lebih ramai dengan irisan wortel, kol, daun bawang dan buncis. Rasanya juga mirip rawon tapi lebih pedas. Selesai makan, dilidah masih terasa aftertaste (sisa rasa) pedas merica. Di perut juga terasa hangat. Gabungan antara daging gabus yang gurih empuk dengan bumbu pucung seolah terasa menyita perhatian lidah. Maklum, keluwak bukan jenis bumbu yang biasa dipakai di dalam makanan sehari-hari.

Karena ikan gabus tidak selalu tersedia, otomatis menu yang harga seporsinya Rp 20.000 – 40.000,- ini pun kadang tidak tersedia. Tapi pembeli masih bisa mencoba menu gurami pucung. Bumbu kuahnya sama, yang beda hanya ikannya. IKan ini selalu tersedia sepanjang hari. Jadi, kalau pun tidak bisa merasakan daging ikan gabus, setidak nya kita masih bisa mencicipi bumbu pucung Haji Nasun.

Selain bumbu pucung, warung ini juga menyediakan bumbu pecak. Sama seperti bumbu pucung, bumbu pecak ini disajikan dengan ikan gabus atau gurami. Penyajian nya juga sama, dengan cara daging ikan disiram dengan kuah pecak.

Masakan Khas Betawi yang kedua ini mirip opr, warnanya kuning. Kuahnya bersantan, bumbu utamanya tiga jenis kacang, yaitu kacang tanah, kacang kemiri dan satu jenis kacang lagi yang disebut Nasun sebagai “Kacang Rahasia”. Tapi, lucunya, ia memberi petunjuk kacang ini harganya sekitar Rp 70.000,- sekila. Apalagi kalau bukan kacau mede? Sebagai pelengkap, dimeja juga disediakan lalapan phpohan, petai, tempe goreng dan kerupuk rambak.

Bagi Anda yang tertarik untuk mencoba Masakan Khas Betawai Ikan Gabus Pucung, bisa datang langsung ke Rumah Makan Khas Betawi Haji Nasun yang ada di Jalan Moh Kahfi II No 21, Jagakarsa, Srengseng Sawah (dekat Setu Babakan), Jakarta Selatan. Tempat Makan Khas Betawi ini buka setiap hari dari Pagi sampai Sore.

*disadur dari  Intisari, edisi Wisata Jajan Jabodetabek.

Selamat menikmati Masakan Khas Betawi Ikan Gabus Pucung di Rumah Makan Betawi Haji Nasun Srengseng Sawah Jakarta Selatan.

 

Resep Kuliner yang Dicari:

  • masakan betawi
  • resep gabus pucung
  • babe nasun
  • gabus pucung babe nasun
  • ikan bakar jalan kahfi srengseng
  • rawon gabus dijawa timur
  • resep masakan betawi asli
  • rumah makan yang mempunyai menu ikan gabus dijawa timur
  • rumah makan yang menjual pucung gabus
 
 Share on Facebook Share on Twitter Share on Reddit Share on LinkedIn
No Comments  comments 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>